Tampilkan postingan dengan label Kisah-Kisah Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah-Kisah Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2009

Einstein Speech

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan ?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?

Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?” “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein

Jumat, 25 Desember 2009

Paku Dan Kemarahan

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah …

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah … Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini … di hati orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu …
Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada …
DAN luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”

***

memang, sebuah permintaan maaf bisa mengobati banyak hal. Namun, agaknya kita juga harus mengingat, bahwa semua itu tak akan ada artinya, saat kita mengulangi kesalahan itu kembali.

Cerita ini, adalah sebuah tamsil, sebuah amsal, sebuah ibarat dan sebuah wira-kisah. Tentang, berbuat kesalahan memang wajar, namun, ia juga mengajarkan, menghindarinya adalah hal lain yang bisa kita lakukan.

Bersyukurlah!

Bersyukurlah karena kita belum memiliki segala sesuatu yang kita inginkan.
Jika semua yang kita inginkan terpenuhi, apa lagi yang kita harapkan?

Bersyukurlah bila kita tidak tahu sesuatu,
Karena itu memberi kita kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit.
Karena pada saat itulah kita berkembang.

Bersyukurlah untuk keterbatasan kita,
karena mereka memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru,
karena itu akan membangun kekuatan dan karakter kita.

Bersyukurlah atas kesalahan kita.
Dari situ kita akan mendapat pelajaran berharga.

Bersyukurlah ketika kita lelah dan letih,
karena hal itu berarti kita telah membuat perbedaan.

Sangat mudah untuk bersyukur atas hal-hal yang baik.
Sebuah kehidupan yang kaya datang kepada mereka yang
juga bersyukur atas kemunduran.

Syukur dapat mengubah hal negatif menjadi positif.
Temukanlah cara untuk bersyukur atas masalah kita,
dan mereka akan menjadi anugerah untuk diri kita.

FAMILY

Sepotong kisah menarik tentang keluarga,,

Ketika sedang berjalan
Aku bertabrakan dengan orang asing ketika ia lewat,

"Oh, tolong maafkan saya" Aku berkata.

Dia berkata,
"Tidak apa-apa,maafkan saya juga ;karena tidak melihat Anda."

Kami sangat sopan, orang asing ini dan aku
Kami melanjutkan perjalanan kami dan kami mengucapkan selamat tinggal.

Tetapi di rumah,lain ceritanya,
Bagaimana kita memperlakukan orang yang kita kasihi,
baik itu tua maupun muda.

Hari itu, pada saat memasak makan malam,
Anak perempuanku berdiri di samping dengan diam.
Ketika aku berbalik, aku hampir saja menjatuhkannya.

"Menyingkirlah,jangan menghalangi jalan!!", kataku dengan kening berkerut.
Dia berjalan pergi, hati kecilnya terluka
Aku tidak menyadari betapa kerasnya aku berbicara tadi.

Lalu aku berbaring terjaga, malam itu, di tempat tidur,
Tiba-tiba ada suara berbisik kepadaku dan berkata,

"Ketika berurusan dengan orang asing, sopan santun yang kau gunakan,
Tapi terhadap anak-anak yang kau cintai, tampaknya kau melecehkannya.
Cobalah kau lihat di lantai dapur,
Disana pasti kau akan menemukan beberapa bunga di dekat pintu.
Itu adalah bunga-bunga yang ia bawa untukmu.
ia mengambil bunga itu sendiri: pink, kuning dan biru.
ia sengaja berdiri diam agar tidak merusak kejutannya,
dan kau tidak akan pernah melihat air matanya. "

Hatiku terenyuh, Aku merasa sangat kecil,
dan sekarang air mataku pun mulai jatuh.

Aku diam-diam pergi dan berlutut di dekat tempat tidurnya;

"Bangun, gadis kecil, bangun," kataku.

"Apakah ini bunga yang kamu ambilkan untuk mama?"

Dia tersenyum, "Aku menemukan mereka, di luar di dekat pohon.

Aku memilih mereka karena mereka cantik seperti mama.

Aku tahu mama akan menyukainya, terutama yang biru. "

Aku berkata, "Putriku, mama benar-benar minta maaf atas tindakan mama tadi;
mama seharusnya tidak berteriak seperti itu padamu. "

Dia berkata, "Oh, mama, tidak apa-apa. Aku sayang padamu."
Aku berkata, "Putriku, mama juga menyayangimu,
dan mama suka dengan bunganya, terutama yang biru. "

Apakah kalian sadar bahwa:

Jika kita mati besok, maka perusahaan tempat kita bekerja dengan mudah menggantikan kita dalam hitungan hari.
Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.
Dan kalau dipikir-pikir, kita mencurahkan diri kita lebih ke dalam pekerjaan daripada keluarga kita
-sebuah investasi yang tidak bijaksana-

Jadi apa intinya dari cerita ini?
Apakah kalian tahu apa arti dari kata keluarga?

keluarga yang dalam bahasa inggris disebut "FAMILY"
memiliki arti

FAMILY = (F) ather (A) nd (M) other, (I) (L) ove (Y) ou!

Pengemudi Kehidupan

Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya.

Tetapi kita seringkali mempertanyakan Allah, ke mana Dia akan membawa hidup kita

Seorang ayah mengajak puterinya yang bernama Nisa (Umur 6 tahun), mengendarai mobil menuju ke sebuah museum.
Sudah lama Nisa menginginkannya.
Sang Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Nisa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Nisa bertanya kepada sang Ayah :

Nisa : Ayah tahu tempatnya?
Ayah : Tahu, jangan kuatir ...(sembari tersenyum)
Nisa : Memang Ayah tahu jalan-jalannya?
Ayah : Tahu, jangan kuatir ...
Nisa : Benar, tidak kesasar Ayah?
Ayah : Benar, jangan kuatir ...(tetap sabar)
Nisa : Mmm,nanti kalau Nisa haus, bagaimana?
Ayah : Tenang, nanti Ayah beli air mineral ...
Nisa : Terus kalau lapar?
Ayah : Tenang, Ayah ajak mampir Nisa ke restoran ...
Nisa : Memang ayah tahu tempat restorannya?
Ayah : Tahu, sayang .
Nisa : Memang ayah bawa cukup uang?
Ayah : Cukup, sayang ...
Nisa : Kalau Nisa ingin ke kamar kecil?
Ayah :Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ...
Nisa : Memang di musium ada toiletnya?
Ayah : Ada, jangan kuatir ...
Nisa : Ayah bawa tissue juga?
Ayah : Bawa, jangan kuatir ...(sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet)
Nisa : Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?
Ayah : Ayah cari jalan yang lebih cepat supaya Nisa bisa menikmati museum lebih lama nanti .

Tidak berapa lama, Nisa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung,

Ayah: Kenapa Nisa diam, sayang?
Nisa : Yaa, Nisa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Nisa nanti!

***

Kita ini seperti Nisa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita.
Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi.Padahal sesungguhnya Allah SWT "sedang mengemudi" buat kita semua.

Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain.

Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya pasti ada maksudnya.
Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya.Percayalah Allah SWT tahu yang terbaik buat kita.

Biarkan Dia berkarya atas hidup kita,
biarkan Dia mengemudikan hidup kita,
sebaliknya fokuskan hidup kita kepada hal-hal yang kita bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang sudah kita miliki.

FRIENDS

Orang-orang boleh datang dan pergi dalam hidupmu,
tapi hanya teman sejatilah yang akan meninggalkan jejak di hatimu,
Untuk menguasai dirimu,gunakan kepalamu
Untuk menguasai orang lain,gunakan hatimu.

Kemarahan adalah sebuah langkah awal dari bahaya.
Jika seseorang mengkhianatimu sekali,itu adalah kesalahannya;
Tapi jika seseorang mengkhianatimu dua kali,itu adalah kesalahanmu.

Pikiran yang hebat membicarakan tentang ide-ide;
Pikiran yang biasa saja membicarakan tentang kejadian-kejadian;
Pikiran yang sempit membicarakan tentang orang lain.

Dia yang kehilangan uang, kehilangan banyak;
Dia yang kehilangan teman, kehilangan lebih banyak lagi;
Namun Dia yang kehilangan kepercayaan, kehilangan segalanya.

Belajarlah dari kesalahan orang lain.
Karena kamu tidak dapat hidup cukup lama untuk merasakan semuanya sendiri.

Kita adalah teman,kau dan aku..
jika kamu membawa teman lain..
maka kita akan menjadi 3 orang..
Lalu kita akan membuat grup kita sendiri
yaitu lingkaran pertemanan..
dan seperti halnya sifat lingkaran itu sendiri
dimana tiada awal dan tiada akhir..

Kemarin adalah sejarah
Hari esok adalah misteri
dan hari ini adalah sebuah anugrah
jadi kenapa kita tidak memanfaatkan anugrah itu sebaik-baiknya..

"Seorang sahabat adalah seseorang yang tahu suara hatimu dan
dapat mengingatkanmu kembali ketika kau telah lupa akan suara itu"

Kisah Sepotong Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam.
Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.
Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara,
lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.
Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.
Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir: "Kalau aku bukan
orang baik sudah kutonjok dia!“.
Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga
mengambil satu.
Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa
yang akan dilakukan lelaki itu.
Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua.
Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.

Belum pernah rasanya ia begitu kesal.
Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.
Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang.
Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih".

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.
Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!!
Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati.
Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.
Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu
terima kasih.
Dan dialah pencuri kue itu !

***************
Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.
Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan
kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah
Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran

Padahal
Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.
Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain . Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

Author:Unknown